Awas, banyak CALEG bodoh

4 03 2009

Apabila orang memperhatikan ayat-ayat Alqur’an yang berbicara tentang khalifah syar’i, tentu ia akan mengetahui bahwa Allah (Subhanahu wa Ta’ala) tidak pernah menyebutkan seorang khalifah tanpa menyebutkan sifat-sifatnya sebagai orang yang menguasai berbagai ilmu syari’ah.

Misalnya, Adam ‘alaihis salam yang merupakan politikus (pengatur kepentingan manusia) yang pertama sebagai orang yang dilebihkan dari malaikat karena ilmunya, sehingga dia berhak menjadi khalifah.

Sekalipun ahli tafsir berbeda pendapat tentang pengertian kata khalifah yang terdapat pada awal surat Al-Baqarah, tetapi semuanya sepakat adanya pengertian sulthan (kekuasaan) pada kata tersebut. Pengertian inilah yang dimaksud oleh Ibnu Taimiyah dalam kalimatnya: “Tentang khilafah dan Sulthan, dan fungsinya sebagai naungan Allah (Subhanahu wa Ta’ala) di muka bumi. Baca entri selengkapnya »





Agar Dada Seorang Hamba menjadi Lapang dan Bersinar

3 02 2009

Hiruk pikuk kehidupan dengan berbagai bentuk aktivitas yang terus bergulir tanpa henti sering melahirkan halangan dan tantangan yang mengantar seorang hamba kepada gundah gulana dan ketidaktenangan hati. Namun bagi seorang mukmin sejati, cahaya Al-Qur’ân dan Sunnah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallam adalah penerang jalan menuju kepada kehidupan indah yang senantiasa membuat dadanya lapang dan bercahaya. Baca entri selengkapnya »





Nasehat Berharga dari Pengalaman Hidup Kaum Salaf

3 02 2009

Diriwayatkan dari Syaqiq Al-Bajaly rahimahullâh, bahwa beliau bertanya kepada muridnya Hatim, “Engkau telah menemaniku dalam kurung waktu (yang lama). Lalu apakah yang engkau telah pelajari dari ku?”

Hatim rahimahullâh menjawab: “(Saya telah mempelajari) delapan perkara :

Pertama : Saya melihat kepada makhluk, ternyata setiap orang memiliki kecintaan. Namun jika ia telah mencapai kuburnya maka kecintaannya akan berpisah dari nya. Maka saya pun menjadikan (amalan-amalan) kebaikanku sebagai kecintaanku agar ia senantiasa bersamaku di alam kubur.
Baca entri selengkapnya »





Bingkisan Untuk Kaum Muslimin Palestina, Nasehat Emas dari Dua Mujaddid Besar Masa Ini

13 01 2009

MENUJU KEMENANGAN DAN KEJAYAAN KAUM MUSLIMIN

Asy-Syaikh Al-‘Allamah Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam risalahnya Fiqhul Waqi’ hal 48-50 menjelaskan :

”Sesungguhnya sebab mendasar kehinaan kaum muslimin ialah :

a.     Kebodohan mereka tentang syari’at Islam yang Allah turunkan kepada hati Nabi kita Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam .

b.     Mayoritas kaum muslimin telah mengetahui hukum-hukum Islam dalam sebagian urusan mereka, namun mereka tidak mau mengamalkan

Dengan demikian, kunci kembalinya kemuliaan Islam ialah dengan mempraktekkan ilmu yang bermanfaat dan mengerjakan amal shalih. Ini adalah masalah besar yang tidak mungkin dicapai oleh kaum muslimin melainkan dengan menerapkan manhaj At-Tashfiyyah (pembersihan) dan At-Tarbiyyah (pendidikan). Dua hal ini adalah dua kewajiban yang sangat penting dan sangat agung kedudukannya.
Baca entri selengkapnya »





Pembelaan Terhadap Kaum Muslimin Di Palestina

13 01 2009

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن واله وأشهد أن لاإله الا الله وحده لاشريك وله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله ….

Bertolak dari sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam :

(( الدين النصيحة .. قلنا لمن .. قال لله ولرسله ولكتبه ولائمة المسلمين وعامتهم )) رواه مسلم من حديث تميم الداري

“Agama adalah nasehat. Para shahabat bertanya, ‘Untuk siapa wahai Rasulullah?’ beliau menjawab : “Untuk Allah, Rasul-Nya, Kitab-Nya, dan untuk para pimpinan kaum muslimin serta keumuman mereka.” [HR. Muslim dari shahabat Tamim Ad-Dari]

Dan sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam :

Tolonglah saudaramu, baik dalam kondisi ia sebagai seorang yang zhalim atau terzhalimi. Seseorang bertanya : ‘Kami menolongnya ketika dia terzhalimi. Namun kalau ia sebagai seorang yang zhallim bagaimana kami akan menolongnya?

Beliau Shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab : yaitu dengan cara engkau mencegahnya dari perbuatan zhalim. Itulah bentuk pertolongan terhadapnya.” [HR. Al-Bukhari]
Baca entri selengkapnya »





Sikap Umat Islam Terhadap Tragedi Palestina

13 01 2009

Berikut penjelasan yang disampaikan oleh Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin ‘Umar Bazmul hafizhahullah ketika beliau menjawab pertanyaan tentang apa sikap dan kewajiban kita terkait dengan peristiwa yang menimpa saudara-saudara kita di Ghaza – Palestina. Penjelasan ini beliau sampaikan pada hari Senin 9 Muharram 1430 H dalam salah satu pelajaran yang beliau sampaikan, yaitu pelajaran syarh kitab Fadhlul Islam. Semoga bermanfaat.

Baca entri selengkapnya »





Peringatan Terhadap Yahudi, Akan kehancurannya ditangan Tentara Nabi Muhammad

13 01 2009

Kepada umat yang dimurkai (Yahudi), yang Allah ‘Azza wa Jalla berfirman tentang mereka :

﴿ فَبَاؤُواْ بِغَضَبٍ عَلَى غَضَبٍ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ مُّهِينٌ ﴾

Karena itu mereka (Yahudi) mendapat murka di atas kemurkaan (yang mereka dapatkan sebelumnya). Dan untuk orang-orang kafir adzab yang menghinakan. [Al-Baqarah : 90]

Kepada umat yang hina dan rendah, yang telah Allah timpakan kepada mereka kehinaan dan kerendahan akibat kekufuran mereka dan perbuatan mereka membunuh para nabi. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

﴿ ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُواْ إِلاَّ بِحَبْلٍ مِّنْ اللهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَاؤُوا بِغَضَبٍ مِّنَ اللهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُواْ يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللهِ وَيَقْتُلُونَ الأَنبِيَاء

بِغَيْرِ حَقٍّ ذَلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُواْ يَعْتَدُونَ ﴾

“Telah ditimpakan kepada mereka (Yahudi) kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah serta ditimpakan kepada mereka kerendahan. Yang demikian itu (yakni: ditimpa kehinaan, kerendahan, dan kemurkaan dari Allah) karena mereka kafir kepada  ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu (yakni: kekafiran dan pembunuhan atas para nabi-nabi) disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.” [Ali ‘Imran : 112] Baca entri selengkapnya »