Apabila orang memperhatikan ayat-ayat Alqur’an yang berbicara tentang khalifah syar’i, tentu ia akan mengetahui bahwa Allah (Subhanahu wa Ta’ala) tidak pernah menyebutkan seorang khalifah tanpa menyebutkan sifat-sifatnya sebagai orang yang menguasai berbagai ilmu syari’ah.
Misalnya, Adam ‘alaihis salam yang merupakan politikus (pengatur kepentingan manusia) yang pertama sebagai orang yang dilebihkan dari malaikat karena ilmunya, sehingga dia berhak menjadi khalifah.
Sekalipun ahli tafsir berbeda pendapat tentang pengertian kata khalifah yang terdapat pada awal surat Al-Baqarah, tetapi semuanya sepakat adanya pengertian sulthan (kekuasaan) pada kata tersebut. Pengertian inilah yang dimaksud oleh Ibnu Taimiyah dalam kalimatnya: “Tentang khilafah dan Sulthan, dan fungsinya sebagai naungan Allah (Subhanahu wa Ta’ala) di muka bumi. Baca entri selengkapnya »